Sesuatu yang sempurna
-

Selasa, 07 Mei 2013

menentang asa

Silih berulang hatinya temaram
Lembayung masa depan nampak meredup
Beragam daya sudah terlampau semu
Banyak butiran sudah terjatuh deras
Batin bergumam menantang sang khalik
Entah apa yang terlintas
Begitu hina, begitu durjana
Begitu pula nestapa
Melainkan hati terus meracau
Namun ia tetap berkicau
Sesali daya memulai hidup
Sesali butiran yang terus terjatuh
Tiba masa berserah letih, selesai
Tiba asa yang terlewati dulu
Tiba asa yang terhempaskan dulu
Tiba masa berpendar dalam gelap nestapa
Ia berlari menangis, semua lalu
Ia bergumam menolak, semua lalu
Bersolek menata batin
Berias menata waktu
Batinnya kini bersahaja
Coba daya demi kemapanan hati, sukmanya
Badannya kini menegang lunak
Coba kompromi dengan sisa butirannya
Aku menjalani sisa dayaku
Aku menjalani sisa butiranku
Hanya aku dan dayaku
Hanya aku dan butiranku
Terhempas asa
Mendulang asa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar